Sabtu, 08 Agustus 2015

sejarah bimbingan karir

SEJARAH BIMBINGAN KARIR

Disusun Guna Memenuhi Tugas Kelompok
 Mata Kuliah : Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah Dasar
Dosen Pengampu : Dr. Purwati, MS,Kons/Dewi Liana Sari, S.Pd








Disusun Oleh :
1.     Cinde Arum Asmarani            (12.0305.0176)
2.     Imroati Mukharomah              (12.0305.0205)
3.     Lina Lestari                             (12.0305.0167)
4.     Feni Yuni Lestari                    (12.0305.0186)
5.     Dodo Prastyoko                      (12.0305.0170)



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG
 2014

KATA PENGANTAR




Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas Rahmat dan Hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Tujuan disusunnya makalah dengan judul : “Sejarah Bimbingan Karir”  ini adalah guna memenuhi tugas kelompok mata kuliah Bimbingan Dan Konseling di SD.
Terselesainya penulisan makalah ini tak lepas dari bantuan serta dorongan dari berbagai pihak, oleh karena itu ucapan terima kasih kami haturkan kepada :
1.      Dr. Purwati, MS,Kons/Dewi Liana Sari, S.Pd,selaku dosen pembimbing yang telah memberikan arahan dalam penulisan makalah ini.
2.      Rekan-rekan yang telah memberikan dukungan dan motivasi.
3.      Kepada semua pihak yang turut membantu dalam penulisan makalah ini yang tak dapat kami sebutkan satu persatu.
Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini tentu masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran kami harapkan untuk perbaikan yang akan datang. Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami khususnya dan bagi semua pembaca pada umumnya.







Magelang, 12 Mei 2014



                                                                                                                     Penyusun




DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL                                                                                                             I
KATA PENGANTAR                                                                                                           II
DAFTAR ISI                                                                                                                          III
BAB I PENDAHULUAN                                                                                                      1
A.    Latar Belakang                                                                                                                 1
B.     Rumusan Masalah.                                                                                                           1
C.     Tujuan                                                                                                                              1
BAB II PEMBAHASAN                                                                                                        2
A.  Pengertian Sejarah                                                                                                              2
B.  Istilah Yang Berhubungan Dengan Bimbingan Karir                                                        2
C.  Sejarah Bimbingan Karir                                                                                                    3
D.  Kedudukan Bimbingan Karir                                                                                 .           5
E.   Makna Bimbingan Karir                                                                                                     6
F.   Masalah Dan Jalur Bimbingan Karir                                                                                  7
BAB III PENUTUP                                                                                                               8
A.  Kesimpulan                                                                                                            8
B.  Saran                                                                                                                                  9
DAFTAR PUSTAKA                                                                                                                        10




















BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan zaman dengan munculnya berbagai teknologi yang canggih, belum lagi dengan adanya berbagai macam pekerjaan yang sadar tidak disadari ini menjadi sebuah tantangan hidup sebuah insan di dunia yang memerlukan pemahaman dan kesadaran akan adanya hal tersebut. Dengan  ini perlu adanya sebuah pemahaman, pengarahan dan menumbuhkan kesadaran pada peserta didik di SD/MI yang harus dilakukan oleh seorang guru karena betapa pentingnya kesadaran akan kemajuan zaman dan berbagai macam kegiatan atau pekerjaan disekitar lingkungan peserta didik yang nantinya akan memicu pada sebuah karir yang paling tidak menjadi sebuah cita dari peserta didik. Pemikiran inilah menjadi latar belakang betapa pentingnya seorang guru mampu memahami dari  bimbingan karir yang kemudian dapat dijadikan sebuah transformasi kepada peserta didik di SD/MI untuk memunculkan kesadaran akan pentingnya hal tersebut.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa Pengertian Sejarah ?
2.      Apa saja Istilah Yang Berhubungan Dengan Bimbingan Karir?
3.      Bagaimana Sejarah Bimbingan Karir?
4.      Apa Saja Kedudukan Bimbingan Karir?
5.      Apa Makna Bimbingan Karir?
6.      Bagaiamana Masalah Dan Jalur Bimbingan Karir?

C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian sejarah
2.      Untuk mengetahui apa saja istilah-istilah yang berhubungan dengan bimbingan karir
3.      Untuk mengetahui sejarah bimbingan karir
4.      Untuk mengetahui kedudukan bimbingan karir
5.      Untuk mengetahui makna bimbingan karir
6.      Untuk mengetahu masalah dan jalur bimbingan karir


BAB II
PEMBAHASAN


A.    Pengertian Sejarah
Kata sejarah secara harafiah berasal dari kata Arab (شجرة: šajaratun) yang artinya pohon. Dalam bahasa Arab sendiri, sejarah disebut tarikh (تاريخ ). Adapun kata tarikh dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih adalah waktu atau penanggalan. Kata Sejarah lebih dekat pada bahasa Yunani yaitu historia yang berarti ilmu atau orang pandai. Kemudian dalam bahasa Inggris menjadi history, yang berarti masa lalu manusia.
Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia. Dalam kehidupan manusia, peristiwa sejarah merupakan suatu peristiwa yang abadi, unik, dan penting.
B.     Istilah Yang Berhubungan Dengan Bimbingan Karir
Istilah karir mungkin sering dikaitkan dengan pekerjaan atau jabatan. Untuk itu ada baiknya dikenali beberapa istilah khusus yang berkaitan dengan bimbingan karir, yaitu :
a.       Karir : keseluruhan pekerjaan yang dialami seseorang dalam keseluruhan hidupnya. Secara lebih terbatas karir diartikan sebagai pengalaman kerja di dalam suatu bidang pekerjaan tertentu.
b.      Jabatan (occupation, Vocational); suatu pekerjaan khusus atau kegiatan kerja tertentu.
c.       Perkembangan karir : keseluruhan perkembangan individu yang menekankan kepada proses persiapan, memasuki dan kemajuan dalam dunia pekerjaan.
d.      Pendidikan karir : kegiatan yang direncanakan untuk memberikan pengalaman pendidikan kepada individu yang akan memberikan kemudahan perkembangan karir.




Istilah bimbingan karir tidak hanya merujuk kepada program orientasi pekerjaan tetapi juga menyangkut :
a.       Keterlibatan antara konselor dengan klien.
b.      Keterlibatan partisipasi aktif klien dalam mengambil keputusan karir terhadap informasi.
c.       Proses penyesuaian pribadi bahkan lebih jauh merupakan proses psikoterapi.

C.    Sejarah Bimbingan Karir
1.      Bimbingan Karir Bermula dari Bimbingan Jabatan
Istilah bimbingan karir bermula dari Isitilah vocational guidance,Istilah ini pertama kali dipopulerkan oleh Frank Pearson pada tahun1908 ketika ia berhasil membentuk suatu lembaga yang bertujuanuntuk membantu anak-anak muda dalam memperoleh pekerjaan.Pada awalnya penggunaan istilah vocational guidance lebih merujukpada usaha membantu individu dalam memilih dan mempersiapkan suatu pekerjaan, termasuk didalamnya berupaya mempersiapkan kemampuan yang diperlukan untuk memasuki suatu pekerjaan.
Konsep bimbingan yang bermula di Amerika Serikat ini dilatari oleh berbagai kondisi obyektif pada waktu itu, diantaranya :
1.      keadaanekonomi
2.      keadaan sosial, seperti urbanisasi
3.      kondisi ideologis,seperti adanya kegelisahan untuk membentuk kembali danmenyebarkan pemikiran tentang kemampuan seseorang dalam rangkameningkatkan kemampuan diri dan statusnya
4.      perkembanganilmu (scientific), khususnya dalam bidang ilmu psiko-fisik dan psikologi eksperimantal,
Atas desakan kondisi tersebut, maka muncullah gerakan vocational guidance yang kemudian tersebar keseluruh Negara, termasuk ke Indonesia.Pada tahun 1951, para ahli mengadakan perubahan pendekatan dari model okupasional occupational ke model karir (career ). Kedua model ini memiliki perbedaan yang cukup mendasar, terutama dalam landasan individu untuk memilih jabatan. Pada model okupasional lebih menekankan pada kesesuaian antara bakat dengan tuntutan dan persyaratan pekerjaan. Sedangkan pada model karir, tidak hanya sekedar memberikan penekanan tentang pilihan pekerjaan, namun mencoba pula menghubungkannya dengan konsep perkembangan dan tujuan-tujuan yang lebih jauh sehingga nilai-nilai pribadi, konsep diri, rencana-rencana pribadi dan semacamnya mulai turut dipertimbangkan.
Bimbingan karir tidak hanya sekedar memberikan respon kepada masalah-masalah yang muncul, akan tetapi juga membantu memperoleh pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperlukan dalam pekerjaan.
 Penggunaan istilah karir didalamnya terkandung makna pekerjaan dan jabatan sekaligus rangkaian kegiatan dalam mencapai tujuan hidup seseorang. Hattari (1983) menyebutkan bahwa istilah bimbingan karir mengandung konsep yang lebih luas.

Bimbingan jabatan menekankan pada keputusan yang menentukan pekerjaan tertentu, sedangkan bimbingan karir menitik beratkan pada perencanaan kehidupan seseorang dengan mempertimbangkan keadaan dirinya dengan lingkungannya agar ia memperoleh pandangan yang lebih luas tentang pengaruh dari segala peranan positif yang layak dilaksanakannya dalam masyarakat.
Berikut adalah poin-poin sejarah dari perkembangan bimbingan karir :
1.      Tahun 1898 : Jessie B. Davis dengan mendirikan Educational Career Conna Control dikota Detroit.
2.      Tahun 1907 : Eli Weaver, menerbitkan buku yang berjudul : Choosing a Career pada tahun 1908.
3.      Tahun 1908 : Frank Parsons, mendirikan the Boston Vocational Bereau, untuk membantu para pemuda memilih pekerjaan dan melatih guru-guru sebagai konseler pekerjaan. 
4.      Tahun 1909 : Parsons menerbitkan buku ‘Choosing a Vocational’
Parsons menjelaskan bahwa dalam memilih pekerjaan itu harus diperhatikan 3 faktor terpenting, yaitu :
1)   Pengertian yang jelas tentang dirinya sendiri seperti bakat kemampuan, minat, ambisi, keuntungan, hambatan yang dimiliki
2)   Pengetahuan tentang persyaratan jabatan dan kondisi untuk keberhasilan, keuntungan dan kerugian kompensasi, kesempatan dan prospek dan suatu jabatan
3)   Penalaran yang benar terhadap hubungan dari kedua kelompok fakta tersebut diatas.
5.      Tahun 1920-1930, bimbingan diterima disekolah-sekolah, tidak hanya masalah jabatan saja tetapi juga masalah pendidikan dari sosial.
6.      Pada akhir 1930 masalah bimbingan jabatan menjadi sangat penting lantaran timbulnya masalah pengangguran, penempatan, perubahan teknologi, mobilitas dan perkembangan jabatan. 
7.      Tahun 1910 – 1940, gerakan pengukuran inteligensi dan bakat khusus.

2. Bimbingan Karir pada Persekolahan di Indonesia
Di Indonesia sendiri program ini masuk dan diadopsi oleh lembaga pendidikan pada tahun 1950, yang kemudian terwadahi dalam layanan bimbingan dan penyuluhan, yang kini disebut bimbingan dan konseling. Ini diawali dari kebutuhan penjurusan peserta didik pada jenjang pendidikan menengah atas.Selanjutnya, pada tahun 1984 bersamaan dengan diberlakukannya Kurikulum 1984, bimbingan karir cukup terasa mendominasi dalam layanan bimbingan dan penyuluhan, dan pada tahun 1994, bersamaan dengan perubahan nama bimbingan penyuluhan menjadi bimbingan dan konseling, bimbingan karir ditempatkan sebagai salah bidang bimbingan.Sampai dengan sekarang ini bimbingan karir tetap masih merupakansalah satu bidang bimbingan, yang diintergrasikan dalam konsteks Kecakapan Hidup (Life Skill). Beberapa penjabaran materi bidang bimbingan karir pada jalur pendidikan formal diarahkan pada :  1.Pemantapan pemahaman diri berkenaan dengan kecenderungan karir yang hendak dikembangkan; 2.Pemantapan orientasi dan informasikarir pada umumnya dan karir yang hendak dikembangkan padakhususnya
3.Orientasi dan informasi terhadap dunia kerja danusaha memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan dantuntutan hidup berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
4.Pengenalan berbagai lapangan kerja yang dapat dimasuki
5.Orientasi dan informasi terhadap pendidikan tambahan dan pendidikan yang lebih tinggi, khususnya sesuai dengan karir yang hendak dikembangkan.
D.    Kedudukan Bimbinngan Karir
kedudukan bimbingan karir adalah sebagai berikut :
1.  Mengaplikasikan pandangan positif dan dinamis tentang manusia sebagai makhluk spiritual, bermoral, sosial, individual, dan berpotensi.
2.  Menghargai dan mengembangkan potensi positif individu.
3.  Peduli terhadap kemaslahatan manusia pada umumnya dan klien pada khususnya.
4.  Menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sesuai dengan hak asasinya.
5.  Toleran terhadap permasalahan individu.
6.  Bersikap demokratis.
E.     Makna Bimbingan Karir
Secara terminology karir itu diartikan sebuah wacana tertentu saja oleh sebagai kalangan awam yang menganggap wacana tersebut hanya tertentu pada seseorang yang mempunyai suatu posisi, jabatan atau yang berkaitan dengan suatu pekerjaan.sebenarnya banyak prespektif dalam pemaknaan karir dan juga banyak tokoh pemikir yang mendefinisikan karir dalam artian yang berbeda namun tujuannya sama, tergantung satu individu tersebut dari mana mengartikannya karena hal itu memiliki arti yang sangat luas. Namun sejatinya karir itu mempunyai artian luas
seperti halnya urutan okupasi, job dan posisi-posisi yang diduduki disepanjang pengalaman kerja seseorang .
 Sedangkan bimbingan karir itu sendiri diartikan sebagai upaya bantuan kepada individu untuk memberikan dorongan dan untuk memberikan kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan dan kemudahan meniti karir dalam kehidupannya. Banyak berbagai definisi dari karir namun yang terpenting dapat disimpulkan dalam satu pengertian karir yaitu karir merupakan perwujudan diri yang bermakna melalui serangkaian aktivitas dan mencakup seluruh aspek kehidupan diantaranya peran hidup, lingkungan kehidupan, yang terwujud karena adanya kekuatan inner person. Perwujudan diri ini akan bermakna dikala adanya kepuasan atau kebahagiaan diri dan lingkungan.
Kesuksesan individu dalam berkarir yang tampak dikarenakan adanya ketenangan, kenyamanan, kestabilan dan kepuasan dalam bekerja.
Bimbingan karir inipun juga banyak prespektif dalam pengartiannya, dikarenakan bimbingan karir ini sulit dipisahkan dari konsep vocational guidance atau bimbingan jabatan yang kemudian berubah menjadi carrer guidance atau bimbingan karir yang diartikan sebagai proses untuk membantu dalam memilih pekerjaan, mempersiapkan, memasuki dan memperoleh kemajuan di dalamnya.
Namun selang beberapa tahun kemudian pengertian bimbingan karir ini direfisi sebagai suatu proses bantuan terhadap individu  untuk menerima dan mengembangkan diri serta perannya secara terpadu dalam dunia kerja, mengklarifikasikan konsepnya dengan realita dalam lingkungan yang berujung pada kepuasan diri dan masyarakat . Rochman natawidjadja menyimpulkan pengertian bimbingan karir sebagai proses untuk membantu seseorang untuk mengerti dan menerima gambaran tentang diri pribadinya dan gambaran tentang dunia atau lingkungannya, mempertemukan gambaran diri tersebut dengan dunia kerja yang kemudian atau pada akhirnya dapat memilih bidang pekerjaan, memasukinya dan membina karir dalam bidang tersebut.

F.     Masalah Dan Jalur Bimbingan Karir
Sadar tidak disadari dalam kehidupan kita pasti ada yang namanya sebuah tantangan, begitupula dalam meniti sebuah karir inipun masih tidak dapat jauh dari sebuah masalah atau sebuah tantangan. Tantangan dan masalah ini sebenarnya muncul dari diri, yang terletak dari kekurangmampuan  dalam membuat planning sebuah karir. Menentukan keputusan akhir dan menentukan karir ini membutuhkan suatu ketrampilan dan sebuah proses yang dilatarbelakangi pemahaman individu terhadap dirinya atau jati dirinya  dan pengenalan terhadap lingkungan pekerjaan yang ada di sekitarnya serta memadukan keduanya secara tepat.
Banyak para ahli yang telah mendeskripsikan beberapa gejala dalam bimbingan karir ini, diantaranya adalah Williamson yang membagi gejala bimbingan karir menjadi empat bagian, yakni individu tidak dapat memilih atau merasa tidak ada pilihan, karena tidak mampu membedakan secara memadai atas pilihan karir dan komitmen terhadap pilihan itu (no choice), individu tidak merasa yakin atau dia merasa bimbang atas pilihan karirnya (uncertain choice), ketidakseleraan antara bakat atau minat individu dengan pilihan karirnya (unwise choice) dan ketidakseleraan minat dengan bakat individu (discrepancy).
 Namun sebenarnya masih banyak lagi berbagai gejala atau masalah dalam bimbingan karir yang perlu dicermati oleh seorang guru terutama dalam kaitannya upaya membantu perencanaan karir peserta didik.
Selama menempuh dunia pendidikan, individu berusaha untuk sebisa mungkin mengembangkan pengetahuan, ketrampilan, nilai dan sikap yang nantinya pasti akan dibutuhkan ketika mulai mencari kerja, secara asumtif dari proses ini akan berlangsung biasanya sampai dengan usia 20 tahun.
Dalam konteks lain bimbingan karir dapat ditempuh melalui jalur pendidikan, pekerjaan, jabatan, profesi, hobi dan social pribadi. Sejumlah kompetensi dan potensi individu yang memadai menjadi penentu berhasil tidaknya sebuah karir baik kompetensi ataupun juga potensi dari fisik, pribadi, social, intelektual, moral begitu juga spiritualnya.

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia. Dalam kehidupan manusia, peristiwa sejarah merupakan suatu peristiwa yang abadi, unik, dan penting
 poin-poin sejarah dari perkembangan bimbingan karir :
Tahun 1898 : Jessie B. Davis dengan mendirikan Educational Career Conna Control dikota Detroit.
Tahun 1907 : Eli Weaver, menerbitkan buku yang berjudul : Choosing a Career pada tahun 1908.
Tahun 1908 : Frank Parsons, mendirikan the Boston Vocational Bereau, untuk membantu para pemuda memilih pekerjaan dan melatih guru-guru sebagai konseler pekerjaan. 
Tahun 1909 : Parsons menerbitkan buku ‘Choosing a Vocational’
Parsons menjelaskan bahwa dalam memilih pekerjaan itu harus diperhatikan 3 faktor terpenting, yaitu :
a.     Pengertian yang jelas tentang dirinya sendiri seperti bakat kemampuan, minat, ambisi, keuntungan, hambatan yang dimiliki
b.    Pengetahuan tentang persyaratan jabatan dan kondisi untuk keberhasilan, keuntungan dan kerugian kompensasi, kesempatan dan prospek dan suatu jabatan
c.     Penalaran yang benar terhadap hubungan dari kedua kelompok fakta tersebut diatas.
Tahun 1920-1930, bimbingan diterima disekolah-sekolah, tidak hanya masalah jabatan saja tetapi juga masalah pendidikan dari sosial.
Pada akhir 1930 masalah bimbingan jabatan menjadi sangat penting lantaran timbulnya masalah pengangguran, penempatan, perubahan teknologi, mobilitas dan perkembangan jabatan. 
Tahun 1910 – 1940, gerakan pengukuran inteligensi dan bakat khusus.

B.     Saran
Batapa pentingnya kita sebagai calon Guru SD harus mampu memahami Bimbingan Karir yang kemudian dapat kita jadikan sebagai transformasi kepada peserta didik, yaitu dengan memberikan sebuah pemahaman, pengarahan dan menumbuhkan kesadaran kepada peserta didik di SD dikarenakan betapa pentingnya kesadaran akan kemajuan zaman dan berbagai macam kegiatan atau pekerjaan di sekitar lingkungan peserta didik yang nantinya akan memicu pada sebuah karir yang paling tidak menjadi sebuah cita-cita dari peserta didik.

























DAFTAR PUSTAKA

Muslihudin, dkk. 2004. Bimbingan dan Konseling (Makalah). Bandung : LPMP Jawa Barat

http://soviabintangaurora.blogspot.com/2012/12/sejarah-bimbingan-karier.html#.U2g2S1ZenIUwsdvvj


A.Muri Yusuf, (2006). Konseling Karier dalam Satuan Pendidikan dan Praktik Pribadi, (Makalah). Padang, Universitas Negeri Padang











Senin, 03 Agustus 2015

TAHLUKAN ALAM DENGAN CINTA, mt sumbing 3371 MDPL

TAKLUKAN ALAM DENGAN CINTA
Mt Sumbing 3371 mdpl

Beerrrr  dinginya pagi ini. Diterpa tubuh ini oleh udara pagi yang masuk melalui celah-celah jendela kamar tidurku. Yang membuatku terbangun dari mimpi indahku. Langsung ku ambil HP nokiaku dan kulihat jam telah menunjukan pukul 05.00 wib. Akupun segera bergegas bangun dan mengambil air wudhu tuk menjalankan sholat subuh. Usoli faardos subuhi rok ataini mustakbililkiblati ada’a lillahi ta’ala… Allahuakbar…. Asalamualaikumwarahmatullah inni asalukal fauzabil Jannah, assalamualaikumwarahmatullah inni asalukal najata minannariwal afwa hidal hisab….Selesai sholat subuh ku melakukan dzikir sebentar. La ilaha ilallah.
Setelah selesai akupun meninggalkan tempat ibadahku. Dingin pagi ini semakin merasuk kedalam tubuh ini membuatku teringat akan dinginya puncak gunung sumbing yang hampir membuat tubuh ini tak dapat berjalan lagi. Waktu itu 1 agustus 2015 aku dan sepuluh temanku melakukan perjalanan menuju puncak gunung sumbing untuk melihat kekuasaan Allah swt dari atas puncak gunung sumbing.
Kami bersebelas berangkat dari desa tercinta kami yaitu dusun Tanduran Caturanom kec. Parakan Kab. Temanggung pukul 14.00 wib, kami berjalan menuju ke jalan tempat kami menunggu bis yang akan kami tumpangi sampai ke base camp gunung sumbing. Telah lama kami menunggu, bis pun tak kunjung tiba kamipun berinisiatif untuk mencari tumpangan selama bis belum kunjung tiba. Datanglah mobil carry berwarna hitam melawati jalan tempat kami menunggu, kami bersebelaspun melambaikan tangan bertanda kami ingin menghentikan laju mobil tersebut sambil berteriak mas ikut, mas iku,t masssss ikuuuutttt, akhirnya mobil carry pun berhenti, salah satu dari kami bertanya kepada sopir mobil tersebut untuk meminta tumpagan, “mas mau kemana mas”, “mau ke kretek dek”, “boleh kami minta tumpangan mas”, “ow, boleh dek naik aja”, “ow ya mas, terimakasih”. Alhamduliilah berkat kebaikan sopir mobil carry tersebut akhirnya kami dapat kendaraan untuk menuju base camp gunung sumbing yang berada di desa Garung kec. Kledung, kab. Temanggung. Setelah kurang lebih 20 menit kami pun tiba di gerbang desa Garung, kamipun segera melanjutkan perjalanan ke tempat base camp yang berjarak kurang lebih 200 meter dari gerbang desa Garung.
Kami tiba di basecamp pukul 14.35 menit, di basecamp kami segera mendaftarkan diri di temapat pendaftaran pendaki gunung Sumbing. Setiap anak yang ingin mendaki dikenakan biaya sebesar Rp 5.000,- setelah mendaftar kami beristirahat di basecamp sejenak. Setelah beristirahat dan waktu telah menunjukan pukul 15.00 wib kami pun segera melakukan perjalanan menuju puncak gunung Sumbing. Sebelum berangkat kami bersebelas tak lupa berdoa kepada Allah swt supaya diberi keselamatan. Setelah berdoa kami langsung melanjutkan perjalanan kami. Selangkah demi selangkah setapak demi setapak. Selang beberapa menit kami telah melewati Desa Garung, kamipun tiba di daerah persawahan, belum sampai jauh kami pun telah merasa lelah namun semangat kami mengalahkan rasa lelah itu. tibalah di tempat peristirahatan yang berada ditengah perjalanan di area persawahan, kamipun beristirahat dan melakukan sholat Asar berjamaah karena waktu telah memasuki sholat asar. Setelah selesai sholat dan berdoa kamipun melanjutkan perjalanan kami.
Haus dan dahaga mulai tersa di tenggorokan kami, kamipun segera minum air bekal yang kami bawa. Setelah sekitar 2 jam berjalan sekitar pukul 17.00 wib kami pun tiba di pos 1 Malim yaitu perbatasan antara persawahan dan hutan digunung. Di pos 1 kami beristirahat sejenak, setelah rasa capek hilang kami melanjutkan perjalanan kami menusuri hutan, baru beberapa meter kita berjalan rintangan telah kami dapat yaitu jalanan yang berdebu tebal membuat sesak napas kami tan pedas mata kami, namun kami tidak pantang menyerah dan terus melanjutkan perjalanan. Licinya debu yang derada di jalan membuat kami melambatkan perjalanan kami. Pukul 18.00 wib kami tiba di pencit engkrak yaitu tengah tengah antara pos 1 dan pos 2. Kami pun beristirahat di situ melakukan sholat magrib, makan dan minum. Entah mengapa makanan yang apabila kita makan dirumah rasanya biasa saja tetapi kalau kita makan digunung rasanya sangat enak nan lezat. Walaupun makanan hanya sekedar nasi kupat dan mie rebus.
Kami beristirahat di pencit engkrak sekitar satu jam, kami melanjutkan perjalanan dari pecit engkrak pukul 19.00 wib. Jalan masih sama dengan tadi yaitu berdebu tebal hanya di tambah kita harus memakai senter sebagai penerang karena keadaan telah malam. Setelah kurang lebih satu jam berjalan kami sampai di pos 2 Genus. Di pos dua kami beristirahat dan minum secukupnya. Setelah cukup beristirahat kami melanjutkan perjalanan kami. Dua jam kemudian tepatnya pukul 21.00 wib kami sampai di pos 3 Sedelupak Roto. Kamipun beristirahat sejenak dan melanjutkan perjalanan lagi. Satu jam kemudian tepatnya pukul 22.00 wib kami berada di Pestan (pasar setan) kami beristirahat di situ makan cemilan, membuat api untuk menghangatkan badan, dan melakukan sholat isya di situ. Setelah kurang lebih 40 menit kami melanjutkan perjalanan kami. Kali ini di Pestan jalanan sduah berbeda yaitu tanah kering yang sedikit berpasir. Yaitu jalanan yang sangat licin dan kalau kita tidak berhati-hati kita dapat terpeleset ke bawah dan dapat jatuh ke jurang di tepian jalan.
Baru berjalan beberapa meter halangan kembali datang menghampiri kami. Angin yang semula kecil dibawah Pestan tiba-tiba besar ketika kami berjalan di pestan. Angin yang besar tersebut membuat pasir dan debu bertaburan membuat mata kami keliliban. Ketika angin datang kami pun terpaksa berhenti dan menghadapkan tubuh kami ke bawah agar debu dan pasir tidak mengenai mata kami. Setelah angin hilang kami berjalan lagi dan jika angin datang kami pun berbalik lagi. Itu kami lakukan sejauh kurang lebih 500 meter.
Setelah melewati Pestan kami pun tiba di Pasar Watu, yaitu jalan berbatu terjal dan apabila kami tidak berhati-hati kami akan terpeleset oleh licinya batu dan dapat terhempas angin yang semakin besar dan menyerupai badai. Semangat kami tak kunjung luntur akan rintangan rintangan yang menghampiri perjalanan kami. Kamipun tetap bertekat menyelesaikan perjalanan kami. Sambil berjalan sambil berdoa. Sepanjang jalan kaki kami terus berjalan dan mulut kami terus berdoa sebisa kami. Kami terus berjalan melawan dinginya malam ditambah terpaan angin yang semakin keatas semakin besar. Suara gemuruh anginpun membuat kami ser-seran dan membuat takut. Beratnya perjalan ini akhirnya kamipun tiba di pos 4 atau km VI Watu kotak sekitar pukul 12.00 wib di sini kami berhenti dan menyalakan api untuk menghangatkan tubuh kami yang telah menggigil. Kami menghangatkan seluruh tubuh kami.
Setelah hangat, kami melanjutkan perjalanan kami, kali ini kami berjalan di atas bebatuan terjal. Lagi – lagi angin yang semakin besar membuat tubuh ini menjadi menggigil kembali. Kamipun terus memaksa melanjutkan perjalanan kami hingga sampai puncak sumbing. Sambil merangkak kami berjalan di sisa-sisa tenaga kami. Setelah satu jam berjalan sekitar pukul 01.00 wib tubuh ini mengalahkan semangat kami untuk mencapai puncak sumbing. Kami bersebelaspun sepakat untuk menghentikan perjalanan ini dan melanjutkan keesokan harinya. Karena tempat nya miring dan sangat kecil tempat yang datar dan tidak dapat menampung dua tenda kami pun berpisah menjadi dua kelompok. Satu kelompok pertama berjumlah 5 anak telah mendapatkan tempat datar. Dan saya dan 5 teman saya berada di kelompok dua yang masih berjalan keatas untuk mencari tempat datar guna mendirikan tenda. Kami berenam terus berjalan. Tak kunjung kami dapatkan tempat datar untuk mendirikan tenda. Tubuh ini semakin lemah dan menggigil sehingga kami pun tak kuat lagi untuk berjalan. Sehingga kami memutuskan untuk membuat tenda di daerah yang miring. Angin pun terus menerpa kami selagi kami mendirikan tenda.
Setelah susah payah kami mendirikan tenda. Sebelum kami memasuki tenda, tenda pun terkena terpaan angin sehingga tenda kami roboh. Betapa sedihnya kami setelah susah payah mendirikan tenda, begitu terkena terpaan angin langsung roboh. Tak kuat lagi mencari tempat yang datar, kami berenam memutuskan untuk tetap tidur di situ dengan keadaan tendak yang roboh. Kami menggunakan tenda hanya untuk berselimut. Susahnya tidur ditrmpat yang dingin. Dengan rasa menggigil kami mencoba untuk tidur. Kami membalut tubuh kami dengan mantel, selimut dan beberapa kain sarung yang kami bawa. setelah lama merasakan dingin kami pun tertidur.
Denginya malam itu membuat kami tika dapat tertidur nyenyak, baru sebentar kami tertidur kami terbangun oleh terpaan angin yang semakin membesar, kamipun memaksa tubuh ini untuk tetap tidur, tubuh ini tidak dapat ditidurkan lagi akupun segera mengambil hpku yang berada di kantong tuk melihat jam. Waktu itu menunjukan pukul 04.00 wib, aku dan teman-temanku belum berani keluar dari tenda roboh kami, karena cuacanya yang sangat dingin. Kami hanya bisa bertahan dibawah tenda roboh kami. Waktu telah menunjukan pukul 05.30 wib. Akupun memberanikan diri keluar dari tenda roboh itu karena rasa penasaranku untuk melihat sun rise (matahari terbit) dan rasa menahan kencing yang sangat mendalam. Aku pun keluar tenda dan diikuti oleh kedua temanku. Aku pun segera melepaskan air kncingku yang telah lama kutahan entah berapa jam aku menahan air kencing yang ingin keluar itu. lama sekali air kencing itu keluar dan tak kunjung habis haha beeerrr menggigil tubuhku dan akhirnya air kencing itu habis. Kulihat langit sebelah timur laut telah berwana orange pertanda matahari mau terbit karena ku tak dapat melihat langit sebelah timur karena tertutup oleh gunung karena ku berada di barat daya gunung.
Perasaan ku kecewa karena ku telah menduga bahwa aku tidak akan dapat melihat sun rise. Dan aku hanya dapat melihat keindahan gunung sindoro yang berada di utara gunung sumbing. Waktu telah menunjukan pukul 06.00 wib dan artinya sun rise telah berlangsung. Namun kerana rasa penesaranku dan teman temanku untuk melihat puncak sumbing kami segera bergegas melanjutkan perjalanan ka puncak. Namaun sayangnya 2 teman kami tidak dapat melanjutkan perjalanan ke puncak karena tidak kuat dengan rasa dingin pagi itu. Kami berempat melanjutkan perjalanan kepuncak dengan meninggalkan 2 teman kami di tenda dan meninggalkan barang barang kami. Sekitar perjalanan setengah jam kami telah tiba di puncak gunung sumbing. Perjalanan kami terhitung cepat karena kami tidak membawa barang-barang kami. Setelah sampai di puncak kami melihat pemandangan dari atas gunung sumbing. Terbayar sudah rasa lelah, dingin, terpaan badai yang menghampiri kami selama perjalan kami menuju ke puncak sumbing dengan pemandangan yang sangat indah dari atas puncak gunung sumbing. Aku dan teman-temanku takjub akan ciptaan Allah swt yang sangat menabjubkan itu. kami melihat desa desa yang berada di lereng gunung sumbing dan sindoro. Betapa kecil rumah-rumah yang berada di bawah. Membuat kami sadar betapa kecilnya kita. Manusia sangat kecil dibandingkan dengan alam ini namun mengapa kita manusia masih nagkuh dan sering meninggalkan perintah-perintah dan menganggap remeh larangan-larangan dari tuhan kita Allah swt.
Begitu lama kita di puncak menikmati pemandangan dari atas gunung sumbing dan melakukan foto-foto untuk kami abadikan sebagai kenang kenangan kami ketika kami pulang kerumah nanti. Begitu indahnya pemandangan membuat kami lupa untuk turun. Wakktu telah menunjukan pukul 08.30 wib kami pun segera turun ke tenda. Setelah kami sampai di tenda kami segera memasak nasi jagung yang kami bawa dan merebus mie instan. Kami nyalakan kompor kami dan bergegas memasaknya. Setelah masak kami makan bersama-sama dan walaupun makanan yang kami makan sangat sederhana namun rasanya sangat enak nan lezat.
Setelah kami selesai makan kami bergegas dan berkemas-kemas merapikan tenda dan barang barang kami. Setelah selesai, kami bergegas untuk melanjutukan perjalan pulang. Kami turunn dari gunung pukul 11.00 wib. Kami menelusuri bebatuan, jalan berpasir berdebu sambil menikmati keindahan pemandangan alam dari gunung sumbing. Setelah sampai pestan (pasar setan) ternya kelompok 1 telah menunggu kami di situ. Dan kami berjalan bersama-sama lagi. Waktu turun kami sangat cepat dibandingkan waktu kami mendaki (naik). Baru kita berjalan selama 3 setengah jam kami telah sampai di pos 1 sekitar pukul 14.30 wib (perbatasan antara persawahan dan hutan). Kami beristirahat disitu, setelah beristirahan kami melanjutkan perjalanan ke base camp, tibalah di base camp pukul 16.00 wib. Setelah tiba di base camp kami melaporkan kelompok kami kepada petugas base camp bawha kelompok kami telah turun dari gunung sumbing dengan selamat. Setelah melapor kami beristirahat untuk makan dan membeli setiker gunung sumbing yang ada di base camp. Pukul 17.00 wib kami melanjutkan pulang ke rumah. Dengan menaiki bis. Setelah sampai di jalan raya untuk kedua kalinya kita mendapat tumpangan sehingga kami tidak jadi naik bis. Setelah menempuh perjlanan akhirnya kami tiba dusun kami tanduran caturanom parakan temanggung lagi pukul 17.30 wib.

Sahabat alam tanduran caturanom parakan temanggung. Mendaki gunung walaupun terasa lelah, dingin banyak rintangan yang menghadang dan ketika kita tidak berhati-hati nyawalah taruhanya. Namun semua rasa lelah dingin dan semuanya akan terbanyar oleh keindahan alam ciptaan Allah swt ketika kita telah berhasil sampai puncak.

Alam itu KERAS, GANAS, MISTERIUS, maka tahlukanlah Alam dengan CINTA. Dengan cinta kepada alam insaallah Alam pun akan cinta kepada kita dan senantiasa menjaga kita.

SAHABAT ALAM TANDURAN
Jika kita yakin kita bisa, mengapa tidak kita lakukan.


 Dodo Prastyoko